Katativi.com — Setelah lama “menghilang”, kolektif kreatif asal Bandung Tendostars akhirnya kembali bersuara. Tak tanggung-tanggung, mereka menutup penantian 13 tahun sejak album debut pada 2013 dengan single anyar berjudul “Ahlan Wa Sahlan Ramadhan”. Inilah Tendostars & Bandung Artist Comunity for Ramadhan Project memberi warna bulan suci kali ini.
Digagas oleh Yukie Martawidjaja, comeback ini terasa lebih dari sekadar nostalgia. Tendostars datang membawa energi baru—kolaboratif, hangat, dan relevan dengan hari ini. Rilisnya memang bertepatan dengan bulan suci, tapi lagu ini ditegaskan bukan cuma “lagu musiman”. Ia jadi penanda perjalanan kreatif yang kembali bergerak setelah jeda panjang.
Secara musikal, “Ahlan Wa Sahlan Ramadhan” menyuguhkan suasana reflektif tanpa terasa berat. Liriknya mengajak pendengar berhenti sejenak, menata ulang niat, dan merayakan kebersamaan. Lagu karya Abdullah Aslam Al-Faruq ini, mendapat sentuhan aransemen dan produksinya garapan langsung oleh Tendostars—rapi, modern, tapi tetap hangat.
Band Kolektif, Kolaborasi Masif
Sesuai DNA-nya sebagai band kolektif, Tendostars mengajak banyak tangan dan suara dalam proyek ini. Formasi inti diisi oleh Yukie Martawidjaja (vokal), Richard Mutter (drum), Deni Mplay (gitar & vokal latar), Aimo (synth & sound design), Dikdik (bass), serta Andi Bachrie (gitar).
Deretan kolaborator pun bikin lagu ini makin berwarna. Ada sentuhan perkusi dari Reza (eks-Noah), spoken words Sunda khas Budi Dalton, hingga harmoni vokal Ray Shareza (eks-Nineball). Nama-nama seperti Suar Nasution, Pidi Baiq, dan Kuburan juga ikut meramaikan. Totalnya? Puluhan vokalis dan komunitas, termasuk Komunitas Musik Start Today, berpadu dalam satu harmoni.
Bagi Tendostars, jeda panjang ini hanyalah pit stop. Tahun 2026 menandai fase baru yang tetap setia pada semangat awal: berkarya dari pertemuan, persahabatan, dan kolaborasi lintas disiplin.
“Tendostars tidak kembali sebagai nostalgia, melainkan melanjutkan perjalanan,” tulis mereka. Apakah ini sinyal menuju album penuh kedua? Kalau melihat skala kolaborasi dan semangatnya, besar kemungkinan—dan kita patut menunggu langkah berikutnya.
ISN
