Redam Riak Muscab di Jabar, Ketum PPP Mardiono Singgung Filosofi Salat Berjamaah: Makmum Wajib Ikut Imam

KATATIVI.COM: Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muhamad Mardiono, menegaskan pentingnya menjaga soliditas dan menyatukan kembali seluruh kader pasca-dinamika yang sempat terjadi dalam proses Musyawarah Wilayah (Muswil) dan Musyawarah Cabang (Muscab) di Jawa Barat.

Demikian disampaikan Mardiono seusai membuka Workshop Anggota dan Pimpinan DPRD PPP Se-Jawa Barat, yang dirangkaikan dengan Upgrading Ketua dan Sekretaris DPC PPP Se-Jabar di Hotel Holiday Inn, Kota Bandung, yang berlangsung pada 3-5 Juli 2026.

PPP
PPP Jawa Barat Mengelar Workshop Anggota dan Pimpinan DPRD se Jabar (ist)

Dia menegaskan, momentum kali ini sengaja diambil untuk memulihkan perbedaan pendapat yang sempat muncul ke permukaan. Ia pun menolak mentah-mentah adanya istilah faksi atau “kubu-kubuan” di tubuh partai berlambang Ka’bah tersebut.

BACA JUGA: PKM, Tel-U Latih Public Speaking Siswa MA Al-Jawami

“Sebenarnya tidak ada kubu-kubu ya. Di dalam partai politik, apalagi khusus PPP, ini adalah partai keluarga. Semuanya tidak lepas dari rangkaian keluarga besar itu, yaitu khittah NU,” kata Mardiono.

Menurut dia,  perbedaan pendapat dalam dunia politik adalah hal yang lumrah dan kedewasaan politisi diuji dari cara mereka mencerna perbedaan tersebut.

FILOSOFI SALAT BERJAMAAH

Untuk menggambarkan pentingnya kepatuhan organisasi, Mardiono mengibaratkan kepemimpinan partai seperti filosofi dalam salat berjamaah. Saat pintu masjid dibuka, semua jemaah bebas memilih saf. Namun, begitu imam sudah bertakbir, seluruh makmum wajib mengikuti gerakan sang imam.

“Imam tidak boleh batal, karena kalau imam batal, makmumnya batal semua. Tapi kalau makmumnya batal dua atau tiga, tidak apa-apa karena makmumnya masih banyak. Yang terpenting, bagaimana membawa organisasi ini mendapatkan hasil yang besar,” kata dia.

Melalui forum ini, Mardiono memastikan PPP Jawa Barat kini kembali bersatu demi kepentingan yang lebih besar.

“Hari ini kita satukan kembali. Keberhasilan kita adalah karya kita semua. Tidak ada yang kalah, tidak ada yang menang, yang menang adalah Partai Persatuan Pembangunan,” tegas dia.

(LIN)