KATATIVI.COM— Tawa dan sorak-sorai terdengar dari kawasan pendidikan Sespimma Polri di Lembang, Jawa Barat, Senin (17/8/2026). Di tengah suasana peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, para siswa Sespimma Polri Angkatan 76 sejenak meninggalkan suasana pendidikan yang serius dan larut dalam kemeriahan lomba khas 17 Agustus.
Sebanyak 126 siswa yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia ikut memeriahkan perayaan. Perbedaan asal daerah dan latar belakang justru membuat suasana semakin semarak. Mereka berbaur, saling menyemangati, dan tertawa bersama dalam berbagai permainan tradisional.
Baca Juga: AKBP Maruly Pardede, Sosok Polisi Berintegritas, Religius dan Dermawan
Lomba makan kerupuk menjadi salah satu yang paling mengundang perhatian. Para peserta berusaha menghabiskan kerupuk yang digantung tanpa menggunakan tangan. Sorakan rekan-rekan mereka pun pecah setiap kali peserta berhasil menggigit kerupuk yang bergoyang tertiup angin.
Suasana tak kalah seru saat lomba tarik tambang, joget rebut kursi, dan balap karung digelar. Para siswa yang sehari-hari ditempa dengan pendidikan kepemimpinan tampak menikmati momen sederhana yang identik dengan perayaan kemerdekaan tersebut.
Kemeriahan juga diikuti Kepala Sespimma Polri Brigjen Pol Victor Togi Tambunan, S.H., S.I.K., bersama para Perwira Menengah (Pamen) dan Perwira Penuntun (Patun).
Bagi Victor, perlombaan 17 Agustus bukan hanya tentang menang atau kalah. Ada kebersamaan dan semangat persaudaraan yang ingin dibangun melalui kegiatan tersebut.
“Yang paling penting bukan siapa yang menang atau kalah. Kita ingin membangun kebersamaan, kekompakan, dan semangat persaudaraan. Ini juga bagian dari nilai yang harus dimiliki seorang calon pemimpin,” ujar Victor.
Merayakan Kemerdekaan, Tetap Produktif
Keseruan lomba tidak membuat aktivitas para siswa berhenti. Di sela momentum peringatan kemerdekaan, siswa Sespimma Angkatan 76 tetap menjalankan sejumlah agenda pendidikan dan organisasi.
Selain mengikuti upacara HUT ke-81 RI, mereka juga melaksanakan Rapat Program Kerja Senat Sespimma 76. Dengan demikian, hari libur nasional tetap dimanfaatkan untuk kegiatan yang bersifat rekreatif sekaligus produktif.
Victor mengatakan, masa pendidikan di Sespimma merupakan kesempatan penting bagi para siswa untuk mempersiapkan diri menjadi pemimpin di lingkungan Polri.
“Waktu pendidikan yang singkat harus dimanfaatkan secara optimal. Tidak hanya untuk memperkuat kemampuan akademik dan kepemimpinan, tetapi juga membangun karakter, soliditas, dan kepedulian terhadap lingkungan,” katanya.
Sebanyak 126 siswa dari Sabang hingga Merauke yang berkumpul di Lembang seolah menghadirkan miniatur Indonesia. Perbedaan daerah asal melebur dalam satu suasana: merayakan kemerdekaan bersama.
(Man)