Kimia Farma Jadi Satu-Satunya Farmasi Indonesia Produksi Antivirus Influenza Baloxavir

KATATIVI.COM: PT Kimia Farma Tbk (Bio Farma Group) resmi meraih sublisensi dari Medicines Patent Pool (MPP) dan Roche untuk memproduksi versi generik obat antivirus influenza, baloxavir marboxil.

Keberhasilan ini memposisikan Kimia Farma sebagai satu-satunya wakil Indonesia yang lolos seleksi ketat bersama 11 manufaktur dari sembilan negara, termasuk Brasil, Tiongkok, India, dan Malaysia.

“Melalui kerja sama global ini, Kimia Farma mendapatkan akses data teknis dan dukungan penuh untuk mempercepat proses pengembangan serta izin regulasi obat,” kata Dirut Bio Farma Shadiq Akasya.

BACA JUGA: Komitmen Berkelanjutan: Bio Farma Sabet Dua Penghargaan Nasional Bergensi 2026

Pihaknya berharap langkah strategis ini bisa memperkuat produksi lokal, mengurangi ketergantungan pada impor, serta menjamin ketersediaan obat strategis di dalam negeri.

Lebih lanjut Shadiq menegaskan, pencapaian bagian dari ekosistem Danantara Indonesia ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kesiapsiagaan kesehatan nasional. Termasuk juga meningkatkan daya saing industri farmasi Indonesia di panggung dunia.

Hal senada disampaikan Direktur Komersial PT Kimia Farma (Persero) Tbk., Hanadi Setiarto. Menurut dia, keterlibatan ini menjadi peluang besar untuk memperkuat transfer teknologi, kemampuan regulasi, dan kapasitas produksi nasional.

“Dengan diproduksinya baloxavir marboxil secara lokal, Indonesia diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada pasokan obat impor,” kata Hanadi.

Lebih dari itu, kata dia, bisa memperkuat diversifikasi rantai pasok obat strategis, serta memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun pasar global yang tercakup dalam lisensi. Sinergi di dalam Bio Farma Group ini menjadi investasi jangka panjang untuk membangun ketahanan kesehatan yang berkelanjutan bagi generasi mendatang.

(LIN)