Kamis, Mei 23, 2024
spot_img
BerandaNewsJabarBey Apresiasi Gabungan Komunitas Otomotif Ikut Bangun Pesantren

Bey Apresiasi Gabungan Komunitas Otomotif Ikut Bangun Pesantren

KATATIVI.COM, BANDUNG – Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin mengapresiasi langkah gabungan komunitas otomotif melakukan aksi sosial ikut membangun pesantren. Hal ini karena kegiatan sosial tidak bisa mengandalkan pemerintah saja.

Bey mengatakan hal tersebut usai menghadiri peletakan batu pertama gedung sekolah di Pesantren Ulul Abab di Jalan Bojongkoneng Atas, Kabupaten Bandung, Selasa (14/5). Gedung sekolah tersebut merupakan hasil urunan dari berbagai komunitas otomotif di Jabar.

“Saya sampaikan apresiasi kepada komunitas yang turut berkontribusi membangun kelas di pesantren ini,” kata dia dalam sambutan.

Aksi sosial komunitas ini merupakan lanjutan kerja bareng puluhan komunitas dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Barat untuk sosialisasi pajak kendaraan bermotor.

BACA JUGA: Gabungan Komunitas Otomotif Jabar Inisiasi Pembangunan Pesantren  

Dalam kesempatan itu Bey mengapresiasi peran Dedi Taufik selaku Kepala Bapenda dan Oke Junjunan selaku Ketua Panitia yang bisa mengumpulkan donasi dari berbagai anggota lintas komunitas otomotif.

“Terimakasih pak Dedi Taufik yang mengingatkan bahwa hidup ini tidak duniawi. Saya senang, Dulu pak Oke saya terngiangnya waktu jadi pembalap. Alhamdulillah pak Oke mendorong teman komunitas menyisihkan hartanya untuk membangun pesantren,” ungkap Bey.

“Semoga ini menjadi amal kebaikan. Tentunya ini baik, bisa jadi nanti sebelum masuk komunitas, setiap calon anggota harus ada kegiatan keagamaan yang membantu masyarakat,” lanjutnya.

Bey Machmudin
PJ Gubernur Jabar Bey Machmudin diapit Kepala Bapenda Jabar Dedi Taufik dan Ketua Komunitas Otomotif Oke Junjunan pada peletakan batu pertama di Pesantren Ulul Albab, Bojongkoneng, Kab Bandung, Selasa (14/5/2024). (Rul)

Bey berharap semangat berbagi dan saling membangun bisa menular ke komunitas lainnya Menurut dia, pembangunan di sektor ekonomi, pendidikan hingga Kesehatan akan maksimal jika dilakukan dengan kolaborasi.

“Kolaborasi ini penting dan mudah-mudahan terus berkembang. Saya sudah melihat desain gedung sekolahnya bagus sekali. Mudah-mudahan cepat jadi. Sehingga anak santri bisa menikmati suasana belajar dengan baik. Saya harap para santri juga terisnpirasi dan menjadi pribadi yang berakhlak baik,” terang dia.

Di tempat yang sama, Dedi Taufik mengatakan selalu terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat. Dalam kaitan pajak kendaraan bermotor, puluhan komunitas otomotif berkomitmen melakukan sosialisasi.

“Komunitas bisa menjadi mitra dalam sosialisasi pajak kendaraan bermotor, untuk meningkatkan komposisi sadar pajak. Minimal untuk anggota dan keluarganya hingga meluas kepada masyarakat umum,” terang dia.

“Tentu kalau dilihat dari sisi potensi, komunitas otomotif jelas memiliki kendaraan, baik roda empat dan roda dua. Jika dikalkulasi, anggota dari puluhan komunitas ini sangat banyak, ada IMI juga ikut serta,” Dedi melanjutkan.

Upaya lain dari sisi penindakan, pihaknya menggelar operasi gabungan dengan pihak kepolisian di 27 kabupaten kota.

Ade Muharam selaku Ketua Yayasan Ulul Abab menilai Gerakan sosial ini bisa melunturkan komunitas otomotif yang identic dengan hura-hura. Bantuan yang diberikan sangat bermanfaat bagi para santri.

Peletakan batu
Bey Machmudin meletakan batu pertama pembangunan pesantren Ulul Albab di Bojongkoneng Atas, Kab. Bandung

Selama ini, ratusan santri yang berada di pesantren harus belajar di sebuah ruangan seperti saung. Jika hujan, kegiatan terpaksa dihentikan. Ia berharap, proses pembangunan kelas baru yang direncanakan dua lantai dengan enam ruangan itu bisa lancar.

“Komunitas otomotif memiliki kepedulian dan jiwa sosial, peduli dengan pendidikan. Terimakasih kepada semua pihak yang terlibat. Ini sangat berarti bagi kami. Apalagi, pesantren ini kami khususkan untuk anak yang kurang mampu,” jelas dia.

Oke Junjunan memastikan semua aspek legalitas sudah dipenuhi untuk membangun kelas. Semua pengerjaan dilaksanakan dengan mengutamakan prinsip professional dan akuntabilitas yang baik.

“Kami membuka ruang bagi pihak lain yang ingin menyumbang. Ini adalah kolaborasi tak hanya bagi komunitas tapi pengusaha dan lain-lain,” ucap Oke.

Dalam kegiatan tersebut, panitia mengadakan lelang kendaraan mobil klasik, motor matic hingga motor Harley Davidson yang semua hasilnya turut disumbangkan untuk pembangunan pesantren.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments