KATATIVI.COM: Lining Jembatan Pak Jamsah akhirnya dibongkar. Forum Warga Riung Bandung dan RW 14 Cisaranten Kidul kini meminta Pemkot Bandung bergerak cepat. Mereka mendesak Jalan Tembusan Riung Bandung-Gedebage segera diselesaikan, agar jalan ini bisa dilalui roda empat.
Pengembangan jalan ini butuh beberapa pekerjaan lanjutan, di antaranya pelebaran jalan, pengaspalan, atau pembetonan. Selain itu, perlu pemasangan lampu jalan (PJU) untuk memastikan keamanan.
Rencana jalan tembus ini sebenarnya proyek lama. Proyek ini sudah masuk rencana jalan sejak masa Wali Kota Dada Rosada. Beberapa ruas jalan saat ini sudah cukup lebar.
BACA JUGA: Biar Nggak ‘Asal Gas’ di Jalan, Ratusan Siswa SMK di Bandung Berguru Keselamatan ke inDrive
Namun, Pemkot masih harus menyelesaikan pembebasan lahan di sejumlah titik.
Warga menyampaikan apresiasi kepada pihak BBWS yang memberi izin pemanfaatan kawasan sungai mati. Warga juga berterima kasih kepada Dr. Komarudin dan Pak Ali. Kedua tokoh tersebut telah menghibahkan tanah milik mereka.
Jalur ini sangat penting bagi mobilitas warga. Terlebih akses ini menjadi jalan pintas menuju kawasan Summarecon, GBLA, dan Masjid Al-Jabbar. Warga tidak perlu lagi memutar ke Jalan Soekarno-Hatta yang sering macet. Warga juga tidak harus memutar jauh lewat Darwati.
Jalan ini juga mempermudah pelayanan publik. Kantor Kelurahan Cisaranten Kidul dan Puskesmas berada di Riung Bandung. Sementara itu, beberapa RW warga berada di wilayah Gedebage. Jalur baru ini akan mempercepat akses warga dan kendaraan ambulans.
Koordinator Forum Warga, Iwan Hermawan, berharap Pemkot segera bertindak.
“Jalan tembus ini bukan hanya untuk warga Riung Bandung,” kata Iwan.
Menurut dia, ini akses penting bagi masyarakat Cisaranten Kidul dan Bandung Kidul. Pihaknya berharap Pemkot Bandung segera menyelesaikannya.
(LIN)