Minggu, Juli 14, 2024
spot_img
BerandaNewsIPRC: RK Berpeluang Menang Pilgub di Jabar Dibanding Jakarta

IPRC: RK Berpeluang Menang Pilgub di Jabar Dibanding Jakarta

KATATIVI.COM, BANDUNG: Direktur Eksekutif Indonesia Politics Research & Consulting (IPRC) M Indra Purnama mengatakan, konstelasi Pilgub Jabar masih bisa berubah mengingat Ridwan Kamil pun belum memiliki kejelasan sikap apakah akan bertarung pada Pilgub Jabar atau DKI Jakarta.

Dirinya memperkirakan bila maju di Pilgub Jabar, sosok yang akrab disapa Kang Emil itu akan berpasangan dengan mantan Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto.

“Ini juga akan jadi hitung-hitungan partai politik lain untuk memajukan calon mereka pada Pilgub Jabar mendatang,”kata Indra pada acara Menakar Pilgub Jawa Barat di Anatomi Coffee & Space Jalan Merdeka Kota Bandung Jabar Senin (13/5/2024).

Menurutnya, kalau kembali bertarung di Jawa Barat, akan terjadi politik pragmatis, yakni partai-partai politik akan mendukung Ridwan Kamil sebagai calon gubernur. Namun bila tidak, akan terbuka kesempatan bagi calon lainnya untuk meraih kursi orang nomor satu di Jawa Barat.

“Kalau dengan Ridwan Kamil akan ada 2-3 pasangan calon, tapi kalau tanpa beliau kemungkinan 3-4 pasangan calon yang akan mengikuti Pilgub Jabar mendatang,”katanya.

BACA JUGA: Perekonomian Jabar Triwulan Satu 2024 Tumbuh, Pengangguran Turun

Berdasarkan hasil survei IPRC lektabilitas Ridwan Kamil dalam Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2024 masih tinggi berada di angka 45,0 persen.

Di bawahnya menyusul nama Dedi Mulyadi (18, 8 persen), Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym (6,3 persen), Atalia Praratya (4,5 persen), Deddy Mizwar (3,8 persen), Dede Yusuf (2,9 persen), serta sejumlah nama lain.

Sementara, Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera Jawa Barat Haru Suandharu mengaku pihaknya siap berkoalisi dengan partai manapun di Pilgub Jabar mendatang.

IPRC
Hasiil Survey IPRC untuk potensi dan peluang Calon Gubenur Jawa Barat

Haru menyebut, saat ini pihaknya masih terus menjalin komunikasi dengan semua partai politik. Dirinya tak menyangkal segala kemungkinan bisa terjadi pada perhelatan politik ini.

“Sekarang deklarasi juga belum tentu jadi. Yang pasti kalau itu dari DPP pasti jadi,”katanya.

Pihaknya akan mengajukan beberapa kader ke DPP untuk Pilgub Jabar 2024. Saat ini ada dua orang, yakni dirinya dan Wali Kota Depok Muhammad Idris.

“Kalau DPP memilih Pak Idris, berarti saya yang membantu beliau. Begitupun jika saya yang dipilih, artinya Pak Idris yang harus membantu saya,”ucapnya.

Pihaknya mengaku, tidak menutup kemungkinan berkoalisi dengan PDIP atau PKB termasuk dengan Golkar dan Gerindra.

“Kalau Golkar-nya mau, kita mau saja. Gerindra juga kalau ternyata mau, PKS siap. Intinya PKS ini seperti memiliki anak gadis yang siap menikah, jadi siapapun yang datang dan cocok kita siap,”ujarnya.

Kendati menginginkan posisi gubernur, namun jika pada prosesnya harus mendapat posisi wakil gubernur, pihaknya tidak mempersoalkan.

“Nomor satu sangat penting, tapi kalau ternyata harus nomor dua, ya tidak masalah,”ungkapnya. (rul)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments