Kamis, Mei 23, 2024
spot_img
BerandaNewsBandungRMI dan PT Nash Teken MoU Digitalisasi Pesantren

RMI dan PT Nash Teken MoU Digitalisasi Pesantren

KATATIVI.COM: Menudukung program digitalisasi pesantren, PT Nash Interaksi Semesta gandeng Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PC Kabupaten Bandung. Kerja sama dibuktikan dengan penandatanganan MoU oleh Direktur PT Nash Interaksi Semesta Bobby Rachman dan Ketua RMI Budi Faisal Farid pada acara Outlook Kemandirian Perekonomian Pesantren di Aula Pesantren Bustanul Wildan, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Sabtu (17/6/2023).

Budi mengatakan bahwa digitalisasi pesantren menjadi sangat penting saat ini. Sehingga pihaknya menggandeng PT Nash Interaksi Semesta untuk bisa memberikan layanan tersebut.

“Kita sudah lakukan MOU dengan PT Nash Interaksi Semesta untuk digitalisasi pesantren di Kabupaten Bandung, dan ini akan kita implementasikan dalam waktu dekat ini,” jelas Budi.

Budi mengungkapkan, saat ini kalangan pesantren membutuhkan produk-produk digital untuk memberikan kemudahan dalam menjalankan program pesantren. Tidak hanya pada sistem digitalisasi keuangan pesantren, juga pada aplikasi penunjang belajar mengajar.

“Untuk digitalisasi pesantren, yang diminati adalah ketika pesantren memiliki lembaga sekolah formal. Itu sangat membantu sekali terutama dari manajemen sekolahnya dan santrinya untuk berinteraksi, termasuk controling oleh orang tuanya. Tentunya digitalisasi ini sangat memudahkan, baik untuk manajemen pendidikan maupun untuk manajemen keuangan yang ada di pesantren,” jelasnya.

Untuk itu, lanjut Budi, RMI dan PT Nash Interaksi Semesta akan melakukan roadshow ke berbagai pesantren untuk mensosialisasikan program digitalisasi pesantren.

“Ya ini akan kita sosialisasikan juga,” pungkasnya.

Hal senada pun diungkapkan Direktur PT. Nash Interaksi Semesta Bobby Rachman Abiyoso. Pihaknya sangat mengapresiasi MOU bersama dengan RMI PC Kabupaten Bandung. Apalagi program digitalisasi pesantren ini mendapat respon yang sangat baik dari Bupati Bandung Dadang Supriatna.

“Tentunya kita sangat mengapresiasi kolaborasi ini, apalagi ini akan sangat bermanfaat bagi kalangan pesantren dalam menunjang kemandirian ekonomi pesantren,” jelas Bobby.

Diungkapkannya, produk produk digital PT Nash Interaksi Semesta tentunya akan sangat memudahkan kalangan pesantren. Terlebih saat ini pihaknya memiliki 3 layanan utama dalam pengembangan ekonomi pesantren di tanah air. Antara lain layanan layanan terkait pengembangan aplikasi software, layanan multimedia serta layanan training consultan.

Seperti halnya pada produk SiTrendi atau sistem pesantren digital. Dimana aplikasi ini adalah layanan aplikasi digital untuk pesantren yang memberikan solusi inovatif dalam hal pelayanan, antara lain pelayanan transaksi keuangan digital untuk berbagai pembayaran seperti SPP,uang jajan santri dan lainnya, selain itu SiTrendi juga sebagai aplikasi pendukung program kemandirian ekonomi pesantren dengan digitalisasi sistem koperasi pesantren sebagai bank internal pesantren.

“Termasuk laporan keuangan pesantren secara realtime yang dapat diakses secara online dengan berbagai media,SiTrendi juga dapat terintegrasi dengan layanan sistem digital lainnya, seperti sistem transaksi jajan atau belanja santri secara cashless di lingkungan pesantren, multibiller untuk pembayaran kebutuhan sehari hari seperti PLN, Pulsa dan lainnya,” jelasnya.

Bahkan, lanjut Bobby, ada juga sistem pendidikan digital (LMS) seperti kelas belajar, ujian dan raport online. Fitur alumni, pengajian online, chat ustad, mading atau media informasi online dan fitur lainnya.

“Jadi banyak fitur di aplikasi SiTrendi ini yang bisa dimanfaatkan pesantren,” jelasnya.

Hal senada pun diungkapkan Asep Januarsah founder Nash Interaksi Semesta. Tidak hanya layanan mengembangkan aplikasi software saja, PT. Nash Interaksi Semesta pun memiliki layanan utama di sektor Multimedia. Mulai dari penyediaan layanan desain, produk media jurnalistik, konten kreator, hingga konsultan media.

“Termasuk juga dilayanan training consultan, kita banyak melakukan pelatihan-pelatihan, baik pelatihan keuangan, pelatihan jurnalistik maupun pelatihan koperasi dan lainnya. Semua layanan itu bisa dimanfaatkan oleh pesantren,” jelas Asep.

Sementara itu Bupati Bandung Dadang Supriatna mengapresiasi kegiatan yang dilakukan RMI PC Kabupaten Bandung. Hal tersebut bisa mendorong kemandirian ekonomi pesantren baik yang terkait dengan one pesantren one product maupun terkait digitalisasi pesantren serta lainnya.

“Untuk digitalisasi pesantren pun akan kita siapkan, bahkan nanti mungkin di bulan Muharam kita akan launching juga, tentu kami akan memberikan yang terbaik untuk masyarakat,” jelasnya.

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments