Selasa, Mei 21, 2024
spot_img
BerandaNewsBandungMemaknai Halal Bihalal pada Ritual Pengetahuan Cerdas

Memaknai Halal Bihalal pada Ritual Pengetahuan Cerdas

KATATIVI.COM — Seri Ritual Pengetahuan Cerdas Berbudaya kembali digelar di Batavia Cafe, Hotel Homann, Sabtu (20/4/2024) petang. Para tokoh Sunda,  pemikir dan akademisi berkumpul dengan tema Memaknai Tradisi Halal Bihalal sebagai Spirit Satu Pikiran dalam Harmoni Semesta.

Menurut penggagas acara sekaligus pembina Bengkel Studi Budaya (Bestdaya) Miranda H. Wihardja kegiatan  halal bihalal merupakan salah satu tradisi di Indonesia yang dilaksanakan dengan bersilaturahmi bermaaf-maafan pada momentum Lebaran Idul Fitri.

“Artinya, semua kekusutan, kekeruhan, dan kesalahan tersebut akan lebur dan kembali seperti keadaan semula,” kata Miranda kepada KATATIVI, Sabtu (20/4/24)

Dia memaparkan, halal bihalal juga menjadi momentum  yang mengedukasi tentang pentingnya sistem penanggalan kalender tradisional dalam peradaban manusia. Terlebih lagi adanya masukan bagi penajaman dan penyempurnaan substansi nilai-nilai warisan leluhur di bumi Nusantara.

“Manusia mencoba merumuskan satuan waktu dengan mengamati fenomena peredaran bulan dan matahari. Momentum pergantian hari, bulan, dan tahun ada baiknya juga dilakukan dengan lebih mempelajari peredaran benda langit. Bulan misalnya, sebagai benda langit dapat digunakan untuk mengenali satuan penanggalan. Sementara, Alquran telah menyebutkan salah satu manfaat bulan,” paparnya.

Pada kegiatan tersebut hadir sekaligus ketua pelaksana Hj Elimayanti Padwawijaya,  tokoh agama K.H. Thontowi D Musaddad, Lc. M.A atau dikenal Kiyai Bendo, dan akademisi lainnya.

Kegiatan ini pun menyinggung momentum perayaan 69 tahun Konferensi Asia Afrika dan Perjuangan RA Kartini.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments