Kisah inspiratif pengabdian masyarakat Generasi Muda Forum Komunikasi Dosen (GM-FKD) bersama Pemerintah Desa Jambudipa, Cisarua, Bandung Barat.
Oleh: Ketua GM-FKD Bobby Rachman Abiyoso, S.I.Kom., M.I.Kom
Di balik sejuknya udara kaki Gunung Burangrang pada ketinggian 1.186 meter di atas permukaan laut, tersimpan denyut kehidupan desa yang kaya akan sejarah dan potensi.
Desa Jambudipa di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat yang terkenal sebagai pusat relai siaran televisi nasional, kawasan Sekolah Polisi Negara, hingga Rumah Sakit Jiwa kembali menjadi pusat perhatian akademik. Bukan karena megahnya infrastruktur kota, tetapi karena semangat kolaborasi nyata antara dunia kampus dan masyarakat akar rumput.
Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) jilid kedua yang diinisiasi oleh Generasi Muda Forum Komunikasi Dosen (GM-FKD) bersama Pemerintah Desa Jambudipa, para dosen dari berbagai kampus hadir membawa misi mulia “Memberdayakan masyarakat desa menuju kemajuan dan kesejahteraan yang berkelanjutan”.
Menelusuri Akar Sejarah “Dari Kontrolir Belanda hingga Kampung Gandrung”
Nama Jambudipa menyimpan cerita yang unik dan melekat di hati warganya. Konon, sekitar seabad lalu, seorang kontrolir Belanda yang memeriksa perkebunan kopi terpikat oleh buah jambu air ranum berwarna merah yang disebut warga sebagai pohon “jambudipa”. Peristiwa tersebut, ditambah kisah jamuan makan dari tokoh terkemuka desa bernama Dipa pada masa VOC, diabadikan turun-temurun hingga hari ini.
BACA JUGA: Wujudkan UMKM Sehat, Tim Pengabdian Masyarakat Tel-U Gelar Pelatihan RAB
Di wilayah administratif yang membentang seluas 353,5 hektare ini, denyut perekonomian warga tidak lepas dari sektor peternakan sapi perah yang telah menjadi sentra sejak 1974 melalui KUD Sarwa Mukti, serta komoditas unggulan palawija dan jamur. Khususnya di Kampung Gandrung, yang menjadi pusat kegiatan puncak program ini, semangat gotong-royong dan kekeluargaan tetap dijaga kokoh oleh masyarakat setempat.
Aksi Nyata Kampus di Tengah Warga: Edukasi, Ekonomi, hingga Lingkungan
Program yang berlangsung intensif sejak 18 Agustus hingga 12 September 2025 ini tidak sekadar memberikan teori di atas kertas. Dipimpin Dr. Risa Haruman Putri selaku Ketua Pelaksana bersama jajaran GM-FKD, kegiatan ini menyasar langsung sekitar 100 orang peserta yang terdiri dari kader PKK, ketua RT, ketua RW, serta para guru dan anak-anak di Desa Jambudipa.
Adapun penyuluhan dan diskusi interaktif, dikemas menarin dengan memfokuskan pada beberapa pilar penting, seperti Pengembangan Ekonomi Lokal dan UMKM. Hal ini dilakukan agar warga mampu mengelola usaha mandiri secara bijak, dan memperkuat jejaring ekonomi. Lebih dari itu, masyarakat juga dikenalkan pada strategi Green Marketing agar produk lokal memiliki daya saing tinggi.
Kemudian pilar Pendidikan dan Literasi, yakni menerapkan gerakan membaca 15 menit sebelum belajar, menyediakan buku cerita bergambar, serta membangun budaya literasi dasar bagi anak-anak usia dini.
Kesehatan dan Pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM) yang mengedepankan program CERDIK Kemenkes, yakni Cek kesehatan, Enyahkan asap rokok, Rajin beraktivitas, Diet Seimbang, Istirahat Cukup dan Kelola stress, serta pola hidup bersih dan sehat.
Pilar lainnya, yakni Pencegahan Cyberbullying dan Komunikasi Publik untuk menguatkan karakter remaja lewat empati digital, membangun komunikasi terbuka antara orang tua dan anak, serta melatih aparatur desa dalam kecakapan komunikasi publik dan transparansi tata kelola pemerintahan.
Puncak Acara yang Meriah dan Penuh Kehangatan
Rangkaian kegiatan puncak digelar di halaman TK Spacetoon, Kampung Gandrung RT 02 / RW 10. Meski digelar pagi hari, masyarakat cukup antusias, terlebih ibu-ibu kader dan anak-anak mengikuti rangkaian acara mulai dari penyuluhan kesehatan dan pendidikan, perlombaanm
Interaktif, hingga penyerahan apresiasi bagi kader dan guru berprestasi
Tidak hanya itu, sebagai wujud kepedulian sosial, turut disalurkan juga paket sembako untuk para kader desa, paket makanan serta alat tulis untuk anak-anak, hingga penyerahan paket makanan secara simbolis kepada Dewan Keluarga Masjid (DKM) Baabussalaam untuk jamaah setempat.
Antusiasme tinggi yang ditunjukkan peserta selama sesi tanya jawab
dan evaluasi membuktikan bahwa kebutuhan akan transfer pengetahuan dan pendampingan praktis sangat dinantikan. Melalui sinergi yang apik antara akademisi dan pemerintah desa, Desa Jambudipa kini melangkah lebih mantap menuju visi desanya yang luar biasa: maju, mandiri, sejahtera, dan berakhlak mulia.
Dari kaki Gunung Burangrang, sebuah suluh harapan telah dinyalakan, menandakan bahwa perguruan tinggi akan selalu hadir sebagai rumah kedua bagi kemajuan masyarakat Indonesia.
(dari Laporan Resmi PKM GM-FKD) DPP FKD, bekerja sama dengan Pemdes Jambudipa, Cisarua, KBB)

