Senin, Mei 27, 2024
spot_img
BerandaNewsJabarProgram JKN Jawa Barat Targetkan UHC 98 Persen

Program JKN Jawa Barat Targetkan UHC 98 Persen

KATATIVI.COM, KOTA BANDUNG — Keaktifan peserta JKN di Jawa Barat mash berada di bawah yakni 73 persen sebagai rata-rata nasional, meskipun tingkat UHC di Jabar mencapai 98 persen. Untuk itu, Sekda Hermah Suryatman menargetkan peningkatan keaktifan peserta jaminan kesehatan nasional (JKN) pada tahun 2024 ini .

Suryaman mengatakan usai mengikuti acara Monitoring dan Evaluasi Implementasi Inpres Nomor 1 Tahun 2022 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Harris Hotel Ciumbuleuit, Kota Bandung, Kamis (2/5/2024).

Hadir pula Asisten Deputi Jaminan Sosial Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan bersama Kantor Staf Presiden dan Sekretariat Kabinet untuk memantau dan evaluasi pelaksanaan program JKN di 27 kabupaten/kota se-Jabar.

UHC merupakan jaminan kesehatan bagi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas, RSUD, rumah sakit swasta dan fasilitas kesehatan lainnya.

BACA JUGA: Pesan bagi Pemudik, Jaga Kondisi Kesehatan dan Pastikan Kendaraan Laik Jalan

Herman mengatakan perlu kerja sama antara kabupaten/kota dengan pemprov untuk meningkatkan angka UHC sampai target minimal 98 persen tahun ini. Peningkatan pada angka di kabupaten/kota akan berdampak pada kenaikan angka provinsi.

“Karena itu kami mohon teman-teman di kabupaten/kota bahu membahu bersama Pemprov untuk meningkatkan UHC. Kalau UHC di kabupaten/kota bisa meningkat tajam, insyaallah, provinsi juga meningkat,” ujar Herman.

“Pemprov sudah menggelontorkan dana cukup besar Rp1,2 triliun untuk kabupaten/kota. Ayo bahu membahu untuk memenuhi kewajibannya,” sambungnya.

Menurut Herman, target 98 persen tersebut akan diakselerasi dengan maksimal pada 2024 ini untuk kepentingan kesehatan masyarakat Jabar.

Untuk itu, lanjut Herman,  perlu kesadaran masyarakat tentang program JKN gratis karena mendapat pemerintah melalui PBI, juga BPJS Kesehatan Mandiri bagi yang mampu.

“Karena itu kami mengimbau pada masyarakat jangan menunggu sakit dulu, tapi yuk, gabung di JKN. Bagi yang miskin negara hadir, tapi bagi yang mampu silakan ikut secara mandiri,” jelas Herman.

UHC Jabar

Sementara itu Asisten Deputi Jamsos Kemenko PMK Niken Ariati mengungkapkan, kedatangannya untuk membantu mengatasi penurunan angka UHC di Jabar.

Niken memberikan beberapa solusi, salah satunya mendorong pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), pajak rokok, dan DAU Earmark. Dana tersebut  untuk dialokasikan ke peningkatan fasilitas dan pelayanan kesehatan di tiap daerah.

“Nanti kita akan menanyakan kembali, setelah diingatkan di bulan Mei, nanti 5-6 bulan kemudian dilihat progresnya, kita akan cek lagi. Mudah-mudahan ada (progres), kita juga akan ingatkan terus tugas-tugas kepala daerah terkait JKN,” ujar Niken.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments