KATATIVI.OM: Satu tahun kepemimpinan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menghadirkan percepatan pembangunan infrastruktur melalui visi Bandung Utama (Unggul, Terbuka, Amanah, Maju, dan Agamis).
Penguatan infrastruktur dasar menjadi fokus utama untuk menciptakan kota yang nyaman, aman, dan berdaya saing.
Sepanjang 2025 hingga awal 2026, Pemkot Bandung mencatat sejumlah capaian strategis, di antaranya pembangunan 4.106 titik Penerangan Jalan Lingkungan (PJL).

BACA JUGA:Â Edutainment Dirgantara Jadi Magnet Wisata Edukasi Baru di Bandung
Kemudian ada perbaikan jalan sepanjang 29,52 kilometer, penataan kabel udara sepanjang 23,5 kilometer, serta penanganan sekitar 2.100 unit Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).
Melalui program Bandung Caang Utama, penerangan jalan diperluas hingga gang sempit guna meningkatkan keamanan lingkungan. Di sektor jalan, tingkat kemantapan infrastruktur kini mendekati 90 persen, didukung perbaikan sejumlah ruas prioritas seperti Jalan Ir. H. Juanda, Pahlawan, dan Batu Nunggal.
Penataan kota juga dilakukan melalui revitalisasi ruang publik seperti Taman Lansia, Alun-alun Bandung, Babakan Siliwangi, serta kawasan bawah Jembatan Pasupati yang kini menjadi zona olahraga.
Selain itu, Flyover Nurtanio yang beroperasi sejak Desember 2025 diharapkan mampu mengurangi kemacetan dan meningkatkan efisiensi perjalanan.
Di bidang permukiman, program Rutilahu menyasar seluruh kecamatan dengan bantuan Rp25 juta per unit. Sementara penurunan kabel udara di 47 lokasi meningkatkan estetika kota dan keselamatan pengguna jalan.
Pemkot Bandung menilai berbagai capaian ini sebagai langkah konkret menuju visi Bandung Utama, menjadikan kota semakin tertata, terang, layak huni, dan berdaya saing.
(LIN)