Aksi Tanam Pohon di Gunung Sadu, Warga Dorong Perlindungan Ekosistem Penyangga Soreang

katativi.com – Upaya warga menjaga ekosistem Gunung Sadu kembali mengemuka melalui aksi penanaman pohon yang digelar dalam rangkaian kegiatan Sasadu Kasadu. Kawargian Gunung Sadu bersama BFN Indonesia memfasilitasi kegiatan ini dengan melibatkan masyarakat setempat sebagai aktor utama pelestarian kawasan.

Baca juga: Aher Tak Menyangka Antusiasme Warga Sambut BAM DPR RI, Sengketa Lahan Jadi Aduan Terbanyak

Gunung Sadu selama ini berfungsi sebagai wilayah penyangga ekologis Soreang. Kawasan ini menyimpan sumber daya air, nilai sejarah, serta ruang hidup masyarakat sekitar. Namun, ekspansi pembangunan dan alih fungsi lahan terus memberi tekanan pada daya dukung lingkungan. Warga mencatat, kerusakan di kawasan hulu berpotensi memperparah risiko banjir dan bencana ekologis di wilayah hilir.

Melalui aksi tanam pohon, masyarakat tidak sekadar menyampaikan pesan simbolik. Mereka mengambil langkah konkret untuk menjaga tutupan vegetasi, melindungi mata air, dan mempertahankan fungsi ekologis Gunung Sadu. Kegiatan ini juga menandai dimulainya konsolidasi lintas komunitas dan organisasi sipil dalam mendorong perlindungan kawasan secara lebih permanen.

Pemkab Bandung Desak Buat Kebijakan Gunung Sadu

Dalam diskusi yang berlangsung di sela kegiatan, para peserta menyepakati sejumlah tuntutan kebijakan. Mereka mendesak Pemerintah Kabupaten Bandung menetapkan Gunung Sadu sebagai Hutan Kota atau Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) melalui regulasi daerah. Warga juga meminta pemerintah memberlakukan moratorium izin pembangunan skala besar hingga rencana tata ruang berbasis mitigasi bencana rampung dan tervalidasi.

Di tingkat desa, masyarakat mendorong pemerintah Desa Sadu dan Desa Kramat Mulya menyusun Peraturan Desa Kawasan Lindung. Mereka juga mengusulkan pemanfaatan Dana Desa untuk pembibitan pohon lokal, pencegahan kebakaran hutan, serta pengembangan ekowisata terbatas berbasis edukasi melalui kolaborasi BUMDes dan Kawargian Gunung Sadu.

Baca Juga: Puluhan Pohon Tumbang, Hujan Es dan Angin Kencang Terjang Kota Cimahi

“Merawat Gunung Sadu berarti menjaga masa depan Soreang. Tanpa perlindungan kebijakan dan keterlibatan warga, kawasan ini akan terus rentan,” ujar salah satu perwakilan kegiatan.

Melalui aksi ini, warga berharap negara hadir tidak sekadar sebagai pemberi izin, tetapi sebagai penjamin keberlanjutan ruang hidup masyarakat dan ekosistem Gunung Sadu. (rul/wok)