Katativi.com — Telkom University mendukung keberlanjutan tenun ikat Sumba Timur melalui penerapan e-Katalog berbasis Knowledge Management di Rumah Tenun Desa Patawang, Waingapu.
Pelaksanaan program tersebut melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat pada pertengahan tahun lalu, sebagai bagian dari komitmen pelestarian budaya dan ekonomi kreatif.
Baca Juga: Museum Srihadi Soedarsono Jadi Ruang Seni dan Ruang Santai
Telkom University memadukan pelestarian pengetahuan tradisional dengan teknologi digital untuk memperkuat daya saing tenun ikat di tengah persaingan pasar modern.
E-Katalog yang dikembangkan berfungsi sebagai media promosi sekaligus sarana dokumentasi pengetahuan lokal terkait motif, teknik, filosofi, dan proses produksi tenun ikat.
Ketua tim pengabdian Telkom University, Prof. Augustina Asih Rumanti, menegaskan bahwa tenun ikat Sumba Timur merupakan warisan budaya bernilai tinggi.
Menurutnya, modernisasi dan persaingan pasar menuntut adanya inovasi agar tenun ikat tetap lestari dan mampu bersaing secara ekonomi.
“Melalui e-Katalog berbasis Knowledge Management, kami membantu perajin mendokumentasikan pengetahuan tradisional sekaligus memperluas jangkauan pemasaran produk,” ujar Augustina.
Ia berharap penerapan teknologi tersebut dapat menjaga keberlanjutan tenun ikat secara budaya sekaligus meningkatkan kesejahteraan perajin lokal.
Selain pengembangan platform digital, program ini juga meningkatkan kapasitas perajin dan pengelola Rumah Tenun Desa Patawang dalam pemanfaatan teknologi berkelanjutan.
Telkom University membekali peserta dengan keterampilan pengelolaan konten digital agar e-Katalog dapat digunakan secara optimal dalam jangka panjang.
Melalui e-Katalog, produk tenun ikat Sumba Timur dapat diakses masyarakat nasional hingga internasional dengan narasi budaya yang memperkuat nilai autentik.
Program ini menegaskan peran Telkom University dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif daerah berbasis inovasi dan pelestarian budaya lokal. (Isn)