KATATIVI, BANDUNG — Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti acara syukuran 1 abad Abah Landoeng, tokoh inspiratif dan saksi hidup sejarah kemerdekaan Indonesia. Acara ini digelar di Lapangan Tenis Pusat Kesenjataan Infanteri (Pussenif), Komplek Asrama Militer Pussenif, Jalan Yudhawastu Pramuka I No. IV, Kota Bandung, Sabtu (12/7/2025).
Acara spesial ini diselenggarakan oleh Pussenif bersama Jurnalis Bela Negara (JBN) untuk merayakan 100 tahun perjalanan hidup Abah Landoeng, yang telah memberikan kontribusi besar bagi bangsa. Hadir dalam acara ini Danpussenif Letjen TNI Iwan Setiawan, S.E., M.M., jajaran petinggi Pussenif, keluarga besar Abah Landoeng, tokoh-tokoh nasional, jurnalis, serta mitra dan sahabat Abah Landoeng.
Abah Landoeng bukan hanya dikenal sebagai pejuang kemerdekaan, tetapi juga pernah mengabdikan diri sebagai guru pada periode 1956–1966. Ia menjadi saksi berbagai peristiwa penting dalam sejarah bangsa, termasuk keterlibatannya dalam pengumpulan kendaraan VVIP saat Konferensi Asia Afrika (KAA) tahun 1955.
BACA JUGA : Geger Kembang Api Satu Jam di Bandung, Komandan Pussenif TNI AD Minta Maaf
Danpussenif Letjen TNI Iwan Setiawan dalam sambutannya menyampaikan rasa hormat dan kekagumannya atas keteladanan Abah Landoeng.
“Kami sangat bersyukur bisa berkumpul dalam momen bersejarah ini. Selamat ulang tahun yang ke-100 untuk Abah Landoeng, semoga selalu diberi kesehatan dan umur barokah,” ujar Letjen TNI Iwan Setiawan.
Acara dibuka dengan salam multireligius, sebagai bentuk penghormatan terhadap keberagaman, dilanjutkan sambutan dari berbagai pihak dan doa bersama untuk kesehatan Abah Landoeng.
Abah Landoeng sendiri sangat terharu dengan perhatian yang diberikan.
“Terima kasih banyak kepada Danpussenif Letjen TNI Iwan Setiawan dan semua pihak yang telah memberikan kehormatan ini kepada Abah. Saya sangat bahagia,” tutur Abah Landoeng dengan mata berbinar.
Pada tahun 2024, Abah Landoeng dianugerahi Tanda Kehormatan Legiun Veteran RI atas perannya sebagai Pelaksana Dwikora di era 1960-an. Penghargaan ini semakin mengukuhkan kiprahnya dalam menjaga kedaulatan Indonesia.
Selain dikenal di dalam negeri, Abah Landoeng juga menjadi narasumber penting bagi para jurnalis internasional dari Belanda, Jepang, hingga Prancis, karena kisah perjuangannya yang otentik dan mendalam.
Kedekatannya dengan tokoh nasional Alm. Solihin GP, mantan Gubernur Jawa Barat, juga menjadi catatan sejarah tersendiri. Abah Landoeng bahkan pernah menjadi guru bagi putra-putri Solihin GP.
Letjen TNI Iwan Setiawan menegaskan bahwa acara ini bukan sekadar perayaan ulang tahun, tetapi juga bentuk penghargaan atas perjuangan dan inspirasi yang ditanamkan Abah Landoeng kepada generasi penerus bangsa.
“Semoga semangat juang Abah Landoeng dapat terus menginspirasi kita semua dalam membangun bangsa,” ucap Danpussenif.
Acara ditutup dengan penyerahan cendera mata, termasuk majalah JBN Magz edisi khusus, buku kisah perjuangan Abah Landoeng yang dibuat oleh museum Belanda, serta patung infanteri dari Danpussenif. Suasana makin hangat dengan sesi ramah tamah, makan bersama, bernyanyi, dan bermain tenis.