KATATIVI.COM: Wakil Ketua DPRDDPRD Jawa Barat, Ono Surono menyambut baik rencana Pemprov Jabar melibatkan TNI/Polri dalam pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Terlebih, kata dia, program tersebut dapat menggantikan program siswa masuk barak militer yang dianggap menabrak aturan dan memakan biaya tinggi.
Kehadiran TNI/Polri di sekolah, kata Ono, sesuai dengan Peraturan Gubernur yang memungkinkan hadirnya guru non-formal untuk memberikan materi.
BACA JUGA: Pimpinan DPRD Jabar Surati Pj Gubernur Terkait Pungli dan Biaya Pendidikan Tinggi
“Bisa dari dokter, psikolog, aparat penegak hukum TNI/Polri bahkan Jaksa untuk memberikan materi bela negara atau wawasan kebangsaan dan juga kedisiplinan,” kata dia
Komisi V DPRD Jabar Pantai MPLS
Kendati begitu, Ono Surono meminta Komisi V DPRD Jabar memantau langsung pelaksanaan MPLS. Hal itu untuk memastikan bahwa MPLS tetap ramah anak dan terhindar dari praktik perpeloncoan, sesuai aturan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Ini adalah komitmen untuk memastikan MPLS berjalan optimal dan aman bagi seluruh siswa baru.
Sekda Jabar Herman Suryatman menyebutkan program tersebut sebagai upaya menciptakan ‘magic moment’ yang positif dan inspiratif bagi para siswa.
Pada prosesnya nanti, akan ada 2-3 personel TNI-Polri di setiap sekolah selama lima hari MPLS. Tujuan pelibatan ini untuk memberikan motivasi, inspirasi, serta pendampingan kepada para murid.
“Harapannya, MPLS tidak hanya menjadi masa orientasi, tapi juga magic moment yang menumbuhkan tekad kuat untuk menjadi generasi Panca Waluya,” kata Herman.
(**)