Rayakan HUT ke-125, Pegadaian Jabar Khitan 225 Anak & Edukasi Literasi Keuangan Para Ibu

KATATIVI.COM: Menginjak usia emas 125 tahun bukan sekadar perayaan angka bagi PT Pegadaian (Persero). Lebih dari itu, momen ini menegaskan komitmen perusahaan untuk terus tumbuh bersama masyarakat.

Salah satu aksi nyatanya dibuktikan oleh Kantor Wilayah (Kanwil) X Jawa Barat melalui program khitanan massal bagi 225 anak dari keluarga prasejahtera. Langkah humanis yang dikemas dalam program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini dijadwalkan bergulir di tiga titik strategis:

Pegadaian
Dokter Ahli mengkhitan perserta khitanan Massal Pegadaian (ist)
  • Bandung: Kantor Wilayah X Jawa Barat (Selasa, 30/6)
  • Cirebon: Kantor Area Cirebon (Rabu, 1/7)
  • Tasikmalaya:Kantor Area Tasikmalaya (Kamis, 2/7)

Lebih dari Sekadar Tindakan Medis

Bukan sekadar seremoni khitanan biasa, acara ini dikonsep sebagai grand event kesehatan holistik. Pegadaian menggandeng dokter bersertifikat dari Asosiasi Dokter Khitan Indonesia (ASDOKGI) untuk memastikan seluruh prosedur berjalan aman, nyaman, dan profesional.

BACA JUGA: inDrive Dukung UMKM Cimahi Tingkatkan Efisiensi Pengiriman

Menariknya, proteksi kesehatan tidak berhenti di ruang operasi. Para peserta cilik juga mendapatkan paket perawatan menyeluruh, di antaranya:

  • Skrining dan konsultasi status gizi secara komprehensif.
  • Paket obat-obatan gratis dan edukasi perawatan luka.
  • Layanan eksklusif akses konsultasi dokter siaga 24 jam pasca-tindakan.

Suntikan” Literasi Finansial di Ruang Tunggu

Sementara buah hati mereka mendapatkan tindakan medis, para orang tua yang mayoritas adalah kaum ibu dibekali dengan literasi keuangan. Hal itu dilakukan sebagai upaya mendorong kemandirian ekonomi keluarga.

Pemimpin Wilayah PT Pegadaian (Persero) Kanwil X Jawa Barat, Eko Supriyanto, menegaskan bahwa program ini merupakan manifestasi konkret dari prinsip people and planet yang diusung perusahaan.

“Melalui Program Khitanan Massal dalam rangka HUT ke-125 ini, Pegadaian tidak hanya memberikan layanan kesehatan gratis. Kami ingin menciptakan multiplier effect.  Ada edukasi kesehatan, perbaikan gizi, sekaligus literasi keuangan keluarga. Ini wujud komitmen kami dalam menciptakan masyarakat Jabar yang lebih sehat, sejahtera, dan berdaya,” kata Eko di Bandung, Selasa (30/6/2026).

Antusiasme dan Haru Orang Tua

Antusiasme warga terpantau sangat tinggi sejak loket pendaftaran dibuka. Senyum lega sekaligus haru tampak di wajah para orang tua, salah satunya Siti Aminah. Bagi Aminah, program ini adalah berkah besar di tengah impitan ekonomi.

“Kami sangat terbantu. Selain gratis, kegiatannya ditangani langsung oleh dokter profesional. Kami juga pulang membawa ilmu baru tentang kesehatan anak dan cara mengelola keuangan rumah tangga. Ini betul-betul meringankan beban kami,” kata Aminah.

(LIN)