Satu Tahun Ekosistem Bullion Indonesia, Pegadaian Perkuat Peran sebagai Motor Penggerak Ekonomi

KATATIVI.COM: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengapresiasi PT Pegadaian bersama pelaku usaha bullion lainnya atas kontribusinya dalam membangun ekosistem. Terlebih investasi emas yang terintegrasi di Indonesia.

Demikian disampaikan Airlangga dalam peringatan satu tahun perjalanan ekosistem Bullion Indonesia sekaligus meluncurkan ‘Indonesia Bullion Ecosystem Roadmap’di Jakarta beberapa waktu lalu. Kegiatan bertajuk ‘Consolidating the First Year, Strengthening the Next Phase’ ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran emas sebagai instrumen keuangan likuid di Indonesia.

 

Pegadaian
pencapaian selama satu tahun terakhir merupakan fondasi awal untuk ekspansi ekosistem bullion yang lebih luas di masa depan (IST)

Dalam ekosistem tersebut, PT Pegadaian tampil sebagai salah satu pemangku kepentingan utama yang mendorong transformasi komoditas emas menjadi aset finansial yang lebih dinamis dan terintegrasi. Selama satu tahun terakhir, Pegadaian berhasil mengintegrasikan layanan Tabungan Emas dan Cicil Emas ke dalam infrastruktur Bullion Bank atau layanan Bank Emas yang lebih modern, aman, dan terhubung secara nasional.

BACA JUGA: Nasabah Pegadaian Menang Emas 124 Gram di Undian Badai Emas

Menurut Airlangga, langkah strategis yang dilakukan Pegadaian telah memberikan dampak positif terhadap stabilitas ekonomi nasional.

“Langkah Pegadaian dalam satu tahun terakhir telah menunjukkan dampak positif terhadap penguatan struktur ekonomi kita. Dengan infrastruktur yang matang dan strategi yang akurat, Pegadaian mampu menjadikan emas sebagai pilar kekuatan finansial masyarakat,” kata Airlangga.

Pencapaian Setahun Fondasi Ekspansi

Direktur Utama PT Pegadaian Damar Latri Setiawan menegaskan, pencapaian selama satu tahun terakhir merupakan fondasi awal untuk ekspansi ekosistem bullion yang lebih luas di masa depan.

“Pegadaian berkomitmen untuk terus menjalankan mandat pemerintah dalam mengoptimalkan potensi emas nasional. Saat ini Pegadaian memiliki produk Layanan Bank Emas terlengkap. Ke depan, kami akan terus melakukan penyempurnaan dan pengembangan agar memberikan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat,” kata Damar.

Di tingkat regional, Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil X Jawa Barat Eko Supriyanto menyatakan kesiapan mempercepat penguatan ekosistem bullion di wilayahnya. Menurut dia, minat masyarakat Jabar terhadap investasi emas terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

“Kami melihat antusiasme masyarakat yang sangat tinggi terhadap investasi emas. Melalui integrasi Bullion Services ini, kami berkomitmen memastikan masyarakat Jawa Barat mendapatkan akses layanan emas yang aman sebagai instrumen lindung nilai sekaligus produktif sebagai aset finansial yang likuid untuk mendukung ekonomi lokal,” jelas Eko.

Dalam kesempatan tersebut, Menko Perekonomian juga menyerahkan roadmap Unit Usaha Bullion untuk satu tahun ke depan. Dokumen strategis ini dirancang untuk mengintegrasikan seluruh rantai pasok ekonomi emas di Indonesia, mulai dari sektor hulu hingga hilir, sehingga mampu menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional.

Dengan dukungan pemerintah serta sinergi berbagai pemangku kepentingan, PT Pegadaian optimistis ekosistem bullion Indonesia akan terus berkembang dan naik ke level berikutnya. Integrasi layanan emas ini diharapkan tidak hanya memperkuat sektor keuangan nasional, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan memperluas inklusi keuangan di masyarakat.

Ke depan, ekosistem bullion Indonesia diproyeksikan menjadi standar baru dalam pengelolaan aset strategis bangsa serta memperkuat daya saing Indonesia di pasar emas global.

(LIN)