Minggu, Juli 14, 2024
spot_img
BerandaRistekWaspada Sharenting, Tel-U Beri Pelatihan kepada HEPI

Waspada Sharenting, Tel-U Beri Pelatihan kepada HEPI

KATATIVI.COM: Tahukah Anda apa itu sharenting dan bagaimana dampaknya di kehidupan sehari-hari? Sharenting adalah situasi dimana orangtua terlalu sering mengekspos anak di media sosial yang dapat berujung oversharing sebuah kondisi ketika seseorang tidak mampu membatasi diri membagikan informasi pribadinya ke publik.

Belakangan fenomena sharenting ini marak menjadi buah bibir masyarakat Indonesia. Tidak sedikit orang tua yang doyan membagikan foto atau video anaknya ke media sosial. Hal ini dianggap memiliki ekses buruh pada perkembangan jiwa anak, atau bahkan beberapa kasus dinilai telah mengeksploitasi anak untuk mendapatkan cuan di dunia maya.

Atas dasar itu pula tim dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Komunikasi dan Bisnis (FKB) Universitas Telkom (Telkom Unversity/Tel-U) memberikan workshop dan pelatihan kepada puluhan ibu rumah tangga yang tergabung dalam komunitas Harmoni Energi Positif Istri (HEPI), Rabu (27/12/2023). Pelatihan ini sebagai salah satu bentuk pengabdian masyarakat (abdimas) dengan tajuk “Pelatihan Pembuatan Video Konten Sosial Media untuk Ibu Rumah Tangga Usaha Mandiri pada Komunitas HEPI Bandung”.

“Fenomena sharenting biasanya melanda para orangtua yang memiliki anak usia bayi sampai balita. Ekspos anak di media sosial secara berlebihan (oversharing) sebenarnya bisa berdampak buruk bagi perkembangan jiwa si anak. Sharenting bisa membuat anak tumbuh secara tidak sehat, dan bisa mengembangkan kecemasan pada anak di masa depan. Bagi orangtua, sharenting juga bisa melahirkan tekanan untuk mempertahankan gambaran kehidupan keluarga yang sempurna,” ungkap Moh. Faidol Juddi, saat memberikan materi di Gedung Manterawu Universitas Telkom.

Meski begitu, lanjut Faidol, terdapat pula dampak positif sharenting diantaranya para orangtua merasa berbagi dengan orang lain dapat membantu membangun rasa persahabatan dan komunitas. Hal ini juga bisa menjadi komunikasi untuk keluarga yang tinggal di lokasi yang jauh. Meski sharenting sudah menjadi hal yang wajar di masyarakat, namun tetap harus mendapat perhatian khusus karena terdapat dampak besar pada oversharing tersebut.

Menurut Faidol, minimnya literasi digital dapat mengakibatkan seseorang mendapatkan cyberbullying dan flaming. Cyberbullying merupakan salah satu perilaku bullying yang diketahui sebagai tindakan melecehkan atau menyakiti orang lain di dunia maya secara terus menerus. Sementara flaming adalah pertengkaran daring dalam bentuk perang kata-kata di dunia siber dengan menggunakan bahasa yang mengandung amarah, vulgar, mengancam, dan merendahkan..

Sementara itu, narasumber lainnya, Chairunnisa Widya Priastuty, lebih banyak mengupas bagaimana media sosial dapat menjadi alat ideal dalam membangun personal branding ataupun bisnis yang sedang dikelola. Karena itu, diperlukan konsistensi dalam setiap mengunggah konten untuk setiap pengguna media sosial agar branding itu terbangun.

Workshop yang diketuai oleh Agus Aprianti, S.I.Kom., M.I.Kom., ini diikuti sedikitnya 45 partisipan ibu-ibu rumah tangga dari komunitas HEPI. Mereka juga diminta untuk mempraktikkan pembuatan konten yang menarik hanya dalam waktu 15 menit dan hasilnya diunggah ke akun Instagram masing-masing. Para partisipan yang hadir sangat antusias dalam membuat konten ini.

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments